PUISI MANUSIA TANPA LIDAH
Khabarnya, demonstrasi ’nggak bisa;
mendusta pilihan raya, kok, bisa.
Memang ternyata berdusta, ya, bisa;
membantahnya yang langsung ’nggak bisa.
Karena ’nggak bisa bantah, maka
menipu terus berlaku sehingga
terdiri negara tipuan saja
bersama manusia tanpa lidah.
Lidah pemimpin tidak bertulang
Menabur janji berulang ulang
Demokrasi kian cemerlang
Suara rakyat disekat dihalang
Lidah biawak lidah bercabang
Ada pada pemimpin terbilang
Demokrasi berlagu sumbang
Rakyat ditindas sewenang wenang
Lidah pendeta jadikan pedoman
Bagi pemimpin bersifat budiman
Rakyat disantuni sebagai teman
Hidup rukun sepanjang zaman


Tiada ulasan:
Catat Ulasan